Jumat, 05 Juli 2013

MEDIA PEMBELAJARAN


  1. Hakikat Media Pembelajaran
  1. Hakikat Media
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau pengantar’. Secara khusus, pengertian media dlam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Arsyad, 2004: 3). Secara luas Djamarah dan Aswan (Toto, 2003:11) mendefinisikan media sebagai alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran. Dalam konteks media sebagai sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda , ataupun dengan peristiwa yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengetahuan dan ketrampilan. Dengan demikan, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.
Heinich, dkk. (Arsyad, 2004: 4) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi , televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instrusional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.
  1. Hakikat media pembelajaran
Media pembelajaran adalah suatu alat yang membantu siswa supaya terjadi proses pembelajaran. Menurut Arsyad (2004:7), media pembelajaran memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik didalam maupun di luar kelas. Sedangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007, yang dimaksud media pembelajaran adalah peralatan pendidikan yang digunakan untuk membantu komunikasi dalam pembelajaran.
Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman nyata, sehingga materi pembelajaran yang disampaikan dapat diserap dengan mudah dan lebih baik. Proses belajar mengajar sering ditandai dengan adanya unsur tujuan, bahan, metode dan alat, serta evaluasi. Metode dan media merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari unsur pembelajaran yang lain.
Secara implisit, dikatakan Gagne dan Briggs (Sari, 2008:12), Media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari antar lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan komputer. Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar yang mendukung materi pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Menurut Agus S. Suryobroto (2001: 17), media memiliki kemampuan sebagai berikut:
  1. Membuat konsep yang abstrak menjadi kongkrit
  2. Membawa objek yang berbahaya menjadi tidak berbahaya
  3. Menampilkan objek yang terlalu besar menjadi kecil
  4. Menampilkan obyek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang
  5. Mengamati gerakan yang terlalu cepat
  6. Membangkitkan motivasi
  7. Mengatasi ruang dan waktu
  8. Mengatasi jarak yang jauh
  9. Memungkinkan keseragaman pengamatan dan persepsi

Jenis-jenis media menurut Bretz (Toto, 2003:14) mengidentifikasi ciri utama media menjadi tiga unsur pokok, yaitu suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga yaitu gambar, garis dan symbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang ditangkap dengan indera penglihat. Disamping itu, Bertz juga membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekam (recording) sehingga terdapat delapan klasifikasi media yaitu: (1) media audio visual gerak, (2) media adio visual diam, (3) media audio semi gerak, (4) media visual gerak, (5) media visual diam, (6) media semi gerak, (7) media audio dan (8) media cetak.


  1. Fungsi dan Manfaat Media pembelajaran
Dalam proses pembelajaran media berguna sebagai penyaji stimulus (informasi, sikap dan lain-lain), meningkatkan keserasian dalam penerimaan informasi. Dalam hal-hal tertentu media juga berguna untuk mengatur langkah-langkah kemajuan, serta memberikan umpan balik.
Hamalik (1982:30) mengungkapkan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan danisi pelajaran saat itu.
Secara umum dijelaskan Arif S. Sadiman, dkk. (2003:16-17), media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:
  1. Objek yang terlalu besar bisa diganti dengan realita, gambar, film bingkai, film atau model.
  2. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar.
  3. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high speed photography
  4. Kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun verbal.
  5. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan mode, diagram dan lain-lain, dan
  6. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
  1. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
  1. Menimbulkan kegairahan belajar
  2. Memungkinkan interaksi langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
  3. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minat
  1. Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan kemampuan media dalam:
  1. Memberikan perangsang yang sama
  2. Mempersama pengalaman
  3. Menimbulkan persepsi yang sama

Menurut Kemp & Dayton (Arsyad, 2004: 21-23) manfaat dari penggunaan media sebagai bagian integral pengajaran di kelas atau sebagai cara utama pengajaran langsung sebagai berikut:
  1. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau menyajikan melalui media menerima pesan yang sama. Meskipun guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda-beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dapat dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada siswa sehingga landasan untuk pengkajian, latihan dan aplikasi lebih lanjut.
  2. Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa selalu terjaga dam memperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik image yang berubah-ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan siswa tertawa dan berpikir, yang kesemuanya menunjukan bahwa media memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat.
  3. Pemebelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan.
  4. Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu yang singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan memungkinkannya dapat diserap oleh siswa.
  5. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik dan jelas.
  6. Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.
  7. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
  8. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif, beban guru untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting lain dalam proses belajar mengajar, misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.

Dari berbagai manfaat media pembelajaran yang telah dibahas oleh beberapa ahli, media pembelajaran berfungsi untuk tujuan intruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik, sehingga pembelajaran dapat terjadi. Media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan siswa.
  1. Pemanfaatan Media Pembelajaran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2011:873), manfaat adalah guna, faedah. Sedangkan pemanfaatan adalah proses, cara, perbuatan memanfaatkan. Pemanfaatan media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah proses, cara, perbuatan memanfaatkan media dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Agar lebih optimal pemanfaatan harus disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa.
Menurut Agus S. Suryobroto (Toto, 2003: 9-10) bahwa pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran dapat diartikan sebagai berikut:
a. Pengembangan
Pengembangan adalah menerjemahkan spesifik ke dalam bentuk fisiknya dengan berbagai variasi teknologi yang diterapkan dalam pembelajaran. Kawasan pengembangan adalah kawasan produksi media dan perubahan dalam kemampuan media. Pada dasarnya domain pengembangan dapat dideskripsikan sebagai berikut:
  1. Pesan yang dikendalikan oleh isi
  2. Strategi pembelajaran yang dikendalikan oleh teori
  3. Manifestasi teknologi secara fisik (perangkat lunak, perangkat keras dan materi pembelajaran).
Ruang lingkup pengembangan membidangi tentang bagaimana secara teori maupun praktik dan sumber belajar dikembangkan baik teknologi cetak, tenologi audio dan teknologi visual. Secara garis besar kawasan pengembangan dapat dikelompokan menjadi pengembangan media dan pengembangan strategi belajar.

b. Pemanfaatan
Pemanfaatan media adalah penggunaan sumber-sumber belajar secara sistematis. Keputusan untuk mencoba atau menggunakan sumber-sumber belajar harus memperhatikan karakteristik siswa dan tujuan belajar. pemanfaatan ini membidangi tentang bagaiman secara teori dan praktek suatu proses dan sumber belajar dimanfaatkan untuk kepentingan belajar. Kawasan pemanfaatan ini terdiri dari pemakaian media, penyebaran media, implementasi dan pelembagaan serta kebijaksanaan dan peraturan.

Proses penyebaran media mencakup kesadaran akan pentingnya sumber belajar, kemudian akan berminat untuk menggunakan dan selanjutnyamencoba untuk menggunakan dan pada akhirnya mengadopsi sumber belajar tersebut.
Dalam pemanfaatannya suatu media pembelajaran harus disesuaikan dengan materi pembelajaran sehingga dapat membantu kegiatan belajar siswa dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan guru dalam penyampaian materi ajar.
Media pembelajaran diharapkan dapat memperjelas suatu materi pembelajaran sehingga menjadi konkrit dan mudah dipahami siswa. Maka media pembelajaran dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik media yang akan digunakan sesuai dengan kemampuan siswa dan tujuan pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran menjadi efisien dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
  1. Jenis dan Karakteristik Media
Seiring perkembangan jaman dan semakin majunya teknologi maka media juga semakin berkembang, sekarang ini makin banyak muncul dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari banyaknya pendapat dari para ahli, belum ada suatu kesepakatan dalam penggolongan atau taksonomi media yang berlaku umum dan mencakup segala aspek.
Berikut merupakan beberapa contoh taksonomi yang dapat disimpulkan oleh Arif S. Sadiman, dkk (2003:20-23) yaitu:
  1. Taksonomi menurut Rudy Bretz
Bretz mengidentifikasi ciri utama media menjadi tiga unsur pokok yaitu: suara, visual dan gerak.
  1. Hirarki media menurut Duncan
Duncan ingin menjajarkan biaya inventasi, kelangkaan dan keluasan lingkup sasarannya di satu pihak dan kemudahan pengadaan serta penggunaan, keterbatasan lingkup sasaran dan rendahnya biaya di lain pihak dengan kerumitan perangkat medianya dengan satu hirarki.
  1. Taksonomi menurut briggs
Briggs mengidentifikasi 13 macam media yang digunakan dalam proses mengajar, objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film rangkai, film bingkai, film, televisi dan gambar.
  1. Taksonomi menurut Gagne
Gagne membuat tujuh macam pengelompokan media, yaitu: benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara dan mesin belajar.
  1. Taksonomi menurut Edling
Menurut Edling media merupakan bagian dari enam unsur rangsangan belajar, yaitu dua untuk pengalaman audio, dua pengalaman visual dan dua pengalaman belajar tiiga dimensi.
Media pembelajaran merupakan komponen pembelajaran yang meliputi bahan dan peralatan. Dengan masuknya berbagai pengaruh kedalam dunia pendidikan (misalnya teori/konsep baru dan teknologi), media pembelajran terus mengalami perkembangan dan tampil dalam berbagai jenis dan format, dengan masing-masing ciri dan kemampuannya sendiri.
Menurut Sukiman (2012:85-225), karakteristik media yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar dibedakan menjadi media pembelajaran berbasis visual, media pembelajaran berbasis audio, media pembelajaran berbasis audio visual dan media pembelajaran berbasis komputer.
1. Media pembelajaran berbasis visual
Menurut Sukiman (2012:85) Media pembelajaran berbasis visual adalah media pembelajaran yang menyalurkan pesan lewat indera pandang/penglihatan. Secara umum media pembelajaran berbasis visual dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu media grafis dan media cetak. Media grafis antara lain meliputi media foto, gambar sketsa, bagan, grafik, papan tulis, flannel dan bulletin, poster dan kartun, peta dan globe. Media cetak meliputi transparansi (OHT) dan modul.
  1. Media Grafis
Menurut Arif S. Sadiman, dkk (2003:28), media grafis termasuk media visual, sebagaimana mestinya media berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut, secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
Banyak jenis media grafis, antara lain sebagai berikut:
a. Gambar/foto
Diantara sekian banyak media pendidikan, gambar/foto adalah media yang paling umum dipakai. Selain praktis, gambar juga dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana.
Kelebihan media gambar/foto:
  1. Bersifat lebih realistis menunjukan pokok masalah dibanding dengan media verbal saja.
  2. Mengatasi batasan ruang dan waktu.
  3. Mengatasi keterbatasan pengamatan
  4. Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan tingkat usia berapa saja sehingga tidak timbul kesalahpahaman.
  5. Murah, mudah didapat dan dimanfaatkan tanpa menggunakan peralatan khusus.
Kelemahan gambar/foto:
  1. Hanya menekankan persepsi indera mata
  2. Gambar/foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran
  3. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
  1. Sketsa
Menurut Arif S. Sadiman, dkk (2003:33), sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Seorang guru yang baik hendaknya bisa menuangkan ide-idenya dalam bentuk sketsa, karena selain dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harga tidak menjadi masalah karena media dibuat sendiri oleh guru.
  1. Media Bagan/Chart
Bagan atau Chart adalah media visual yang berfungsi menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari sebuah presentasi.
  1. Grafik
Menurut Arif S. Sadiman, dkk (2003:41), sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya seringkali symbol-simbol verbal digunakan pula di situ.
  1. Media papan tulis
Papan tulis adalah papan dari kayu dengan permukaan yang bisa ditulis ulang dengan menggunakan kapur tulis.secara umum papan tulis digunakan antara lain untuk: (1) menuliskan pokok-pokok keterangan guru dalam mengajar secara klasikal, (2) menuliskan rangkuman pelajaran dalam bentuk ilustrasi, bagan atau gambar sederhana, (3) untuk memotivasi siswa dengan jalam memberi kesempatan pada siswa untuk mengerjakan tugas dengan menggunakan papan tulis.
  1. Papan panel
Papan panel adalah papan berlapis kain flanel yang dapat dilipat, gambar yang disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudah.
  1. Papan buletin
Papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian-kejadian tertentu, papan bisa langsung ditempeli gambat atau tulisan.
  1. Media OHT/OHP
Menurut Sukiman (2012:123) Media transparansi atau Overhead transparency(OHT) seringkali disebut dengan nama perangkat kerasnya yaitu OHP (overhead projector).Media transparansi adalah media visual proyeksi yang dibuat diatas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8 ½ x 11 inc, yang digunakan guru untuk memvisualisasikan konsep, proses, fakta, statistik, kerangka outline, atau ringkasan di depan kelompok kecil/besar.
Kelebihan serta kelemahan menggunakan OHP dan transparensi menurut Arief S. Sadiman (1986:63) antara lain:
Kelebihannya antara lain:
  1. Gambar yang diproyeksikan lebih jelas jika dibandingkan dengan kalau gambar di papan. Ruangaan tak perlu digelapkan, sehingga siswa dapat melihatnya sambil mencatat.
  2. Guru sambil mengajar dapat berhadapan dengan siswa.
  3. Benda-benda kecil dapat diproyeksikan hanya dengan meletakkannya di atasa OHP, walaupun hasilnya berupa bayang-bayang.
  4. Memungkinkan penyajian diskriminasi warna dan menarik minat-minta siswa.
  5. Tak memerlukan tenaga bantuan operator dalam menggunakan OHP karena mudah dioperasikan.
  6. Lebih sehat dari papan tulis
  7. Praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas ruangan.
  8. Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan, terutama untuk proses yang kompleks dan bertahap.
  9. Menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang
  10. Sepenuhnya dibawah kontrol guru
  11. Dapat dipakai sebagai petunjuk sistematika penyajian guru, dan apabila menggunakan bingkai, catatan-catatan tambahan untuk mengingatkan si guru dapat dibuat di atasnya
  12. Dapat menstimulasi efek gerak yang sederhana dan warna pada proyeksinya dengan menanbahkan alat penyajian tertentu.

Kelemahan menggunakan OHP dan transparensi:
  1. Tansparansi meemerlukan peralatan khusus untuk memproyeksikan (OHP) sedang OHP itu sendiri kadang-kadang sulit dicari suku cadangnya ditempat-tempat tertentu.
  2. Memerlukan waktu usaha dan persiapan yang baik, lebih-lebih kalau menggunakan teknik penyajian yang kompleks
  3. Oleh karena transparansi-transparansi itu lepas maka menuntut cara kerja yang sistematis dalam penyajiannya. Bila tidak penyajiannya bisa kacau.
  4. Kalau kurang disukai teknik pemanfaatan setra potensinya ada kecenderungan OHP dipakai sebagai pengganti papan tulis dan siswa cenderung bersikap pasif

  1. Media Modul
Modul merupakan jenis kesatuan kegiatan belajar yang terencana, dirancang untuk membantu para peserta didik secara individu dalam mencapai tujuan-tujuan belajarnya. Modul dapat dipandang sebagai paket program yang disusun dalam bentuk satuan tertentu guna keperluan belajar.
Menurut Cece Wijaya dkk. dalam Sukiman (2012:133), melalui sistem pengajaran modul sangat dimungkinkan: 1) adanya peningkatan motivasi belajar secara maksimal; 2) adanya penigkatan kreativitas guru dalam mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dan pelayanan individu yang mantap; 3) dapat mewujudkan prinsip maju berkelanjutan secara tidak terbatas; dan 4) dapat mewujudkan belajar yang berkonsentrasi.


  1. . Media pembelajaran berbasis audio
Media pembelajaran berbasis audio adalah media pembelajaran yang digunakan untuk menyalurkan pesan-pesan lewat indera pendengaran. Ada beberapa jenis media berbasis audio, antara lain media perekam audio dan media radio.
  1. Media Rekaman
Media rekaman merupakan sesuatu yang direkan baik itu berupa suara musik, suara manusia , suara binatang atau yang lainnya yang digunakan sebagai media pembelajaran. Pesan dan isi pelajaran dapat direkam pada tape magnetik atau media digital sehingga hasil rekaman itu dapat diputar kembali pada saat yang diinginkan.
Sebagaimana media pembelajaran lainnya, media rekaman juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Arief S. Sadiman dkk. (2003:53-54) kelebihan media rekaman antara lain:
  1. Harga yang cenderung terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, ketersediaannya dapat diandalkan.
  2. Rekaman dapat digandakan untuk keperluan perseorangan, sehingga pesan dan isi pelajaran dapat berada di beberapa tempat pada waktu yang bersamaan.
  3. Merekam peristiwa atau isi pelajaran untuk digunakan kemudian.
  4. Rekaman memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan diri sendiri sebagai alat diagnose guna membantu meningkatkan keterampilan mengucapkan, membaca, mengaji atau berpidato.
Adapun kekurangan atau kelemahan media rekaman adalah sebagai berikut:
  1. Dalam suatu rekaman, sulit menentukan lokasi suatu pesan atau informasi.
  2. Kecepatan merekam dan pengaturan trek yang bermacam-macam menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesin pada suatu mesin perekam yang berbeda.
Peralatan media rekaman telah mengalami perkembangan sedemikian rupa dari waktu ke waktu. Media rekaman yang biasa digunakan adalah Alat perekam pita magneticdan perekam digital.
  1. Alat perekam pita magnetic
Alat perekam pita magnetic atau yang lebih dikenal dengan tape recorderadalah salah satu media pendidikan yang tidak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya. Alat perekam pita magnetic sangat bermanfaat untuk menunjang kelancaran proses pendidikan jasmani, misalnya; senam irama, senam kesegaran jasmani atau untuk tes kebugaran. Selain sudah dikenal masyarakat, pengoperasian tape recorder cukup mudah. Rekaman pada kaset dapat diputar kembali berulang-ulang sehingga proses pembelajaran lebih mudah.
  1. Digital Recording
Kelebihan digital recording adalah kualitas audio yang dihasilkan lebih baik dan jelas, disamping itu lebih praktis dalam penyimpanan. Digital recordingdari tahun ke tahun banyak mengalami perkembangan, dimulai dari Compact Disk(CD) sampai dalam bentuk iPOD yang merupakan pemutar MP3 portable.
  1. Media Radio
Siaran radio mengembangkan daya imajinasi anak, selain itu juga sebagai sumber informasi yang tidak dapat diperoleh siswa di dalam kelas. Tentunya hal ini juga harus didukung peran serta guru belajar menggunakan hal-hal baru yang baru diketahuinya. Walaupun selama ini mereka mengenal radio tetapi mereka kadang masih berfikir radio sebagai media hiburan semata.

3. Media pembelajaran berbasis audio visual
Media pembelajaran berbasis audio visual adalah media yang digunakan untuk menyalurkan pesan lewat indera penglihatan sekaligus pendengaran. Jenis media ini meliputi media televisi dan media film/video.
  1. Media Film dan Video
Film adalah gambar hidup , juga sering disebut movie. Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu proses, belajar mengajar. Sedangkan video adalah seperangkat komponen atau media yang mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu yang bersamaan. Pada dasarnya hakikat video adalah mengubah suatu ide atau gagasan menjadi sebuah tayangan gambar dan suara yang proses perekaman dan penayangannya melibatkan teknologi tertentu.
Media video dan film ini memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya antara lain keduanya termasuk kelompok media pandang dengan audio visual, karena memiliki unsur yang dapat dilihat sekaligus didengar. Sedangkan perbedaannya adalah media film memiliki alur cerita baik bersifat non fiksi atau fiksi, dan media video tidak memiliki alur cerita.

  1. Televisi
Televisi menurut Azhar Arsyad (2006:51) adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Televisi selain menghibur juga mendidik, tentu acara juga harus disesuaikan dengan pendidikan yang akan diajarkan, dalam hal ini guru mempunyai peran penting dalam pemilihan acara televisi. Selain lebih menarik televisi juga menyajikan program atau berita-berita terbaru sehingga bisa menambah wawasan siswa.
4. Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Komputer adalah salah satu alat produk sains dan teknologi yang merupakan satu mesin elektronik yang dapat menerima arahan atau data digital, memprosesnya, menyimpan dan mengeluarkan hasil dari data yang diproses. Kehadiran komputer dan aplikasinya sebagai bagian dari teknologi informasi dan komunikasi ini dapat merubah paradigma sistem pembelajaran yang semula berbasis tradisional, dengan mengandalkan tatap muka, beralih menjadi sistem pembelajaran yang tidak dibatas oleh ruang dan waktu. Sistem pembelajaran yang berbasis komputer menjadikan peran yang dimainkan oleh komputer dalam kelas tergantung kepada tujuan pembelajaran itu sendiri.
Menurut Sukiman (2012:212-213), kelebihan penggunaan komputer dalam pembelajaran antara lain:
  1. Komputer dapat mengakomodasi peserta didik yang lamban menerima pelajaran
  2. Komputer dapat merangsang peserta didik untuk mengerjakan latihan
  3. Kendali berada ditangan peserta didik sehingga tingkat kecepatan belajar disesuaikan dengan tingkat penguasaannya.
  4. Kemampuan merekam aktivitas peserta didik selama menggunakan suatu program pembelajaran dapat dipantau.
  5. Dapat berhubungan dengan mengendalikan peralatan lain seperti compact disc, video tape dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer.
Sedangkan kelemahan komputer antara lain:
  1. Perangkat lunaknya relatif masih mahal.
  2. Dalam menggunakan komputer dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus.
  3. Keanekaragaman komputer (perangkat keras) sering menyebabkan program (software) tidak cocok antara satu dengan yang lain
  4. Program yang tersedia saat ini belum memperhitungkan kreativitas peserta didik.
  5. Komputer hanya bisa digunakan oleh satu orang atau beberapa orang dalam kelompok kecil.
Dalam media berbasis komputer yang biasa digunakan adalah media presentasi Power Point dan media berbasis internet.
  1. Media presentasi Power Point
Menurut Sukiman (2012: 213), pemanfaatan media presentasi dapat digunakan oleh pendidik maupun peserta didik untuk mempresentasikan materi pembelajaran atau tugas-tugas yang diberikan. Power Point dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadinya sebagai media komunikasi yang menarik.
Beberapa kelebihan dari media presentasi Power Point antara lain:
  1. Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto.
  2. Lebih merangsang peserta didik untuk mengetahui lebih jauh informasi tetntang bahan ajar yang tersaji
  3. Pesan informasi serta visual mudah dipahami peserta didik
  4. Tenaga pendidik tidak terlalu banyak menerangkan bahan ajar yang disajikan.
  5. Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan dan dapat dipakai secara berulang-ulang.
  6. Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik. (CD, disket, flashdisk) sehingga praktis untuk dibawa kemana-mana.
  1. Media berbasis internet
Media pembelajaran berbasis internet merupakan imbas dari perkembangan teknilogi saat ini. Semua hal yang berhubungan dengan bahan pelajaran dan sumber pelajaran dapat diakses melalui internet. Guru dapat memanfaatkan internet sebagai sumber untuk menambah bahan pelajaran dan menambah wawasan pelajaran sesuai dengan perkembangan jaman. Disamping itu penggunaan internet akan membuat proses pembelajaran lebih menarik.
Penggunaan internet sebagai media pembelajaran akan memudahkan peserta didik memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang pembelajaran baik yang sudah disampaikan maupun yang belum disampaikan guru di kelas. Hal ini memungkinkan pembelajaran tidak langsung tetapi siswa memperoleh pengetahuan dengan media internet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar